Green Lantern

Harapan adalah salah satu kekuatan yang sangat signifikan dalam diri manusia. Dengan adanya harapan, maka niscaya segala macam dan bentuk halang rintang yang ada pun dapat diatasi. Namun ada satu hal yang dapat meruntuhkan harapan; rasa takut. Rasa takut akan sesuatu, bahkan rasa takut untuk memiliki harapan. Green Lantern adalah sebuah cerita superhero yang mencoba untuk mengangkat tema harapan dan rasa takut ke dalam cerita kepahlawanan.

Hal Jordan (Ryan Renolds) adalah seorang pilot tanpa rasa takut yang bertugas untuk menguji coba protipe pesawat jenis baru. Setelah sebuah kecelakaan terjadi pada suatu uji coba pesawat, Hal tiba-tiba mendapat sebuah cincin hijau ajaib yang memberikannya kekuatan super. Ternyata, kekuatan super yang diterimanya membuat Hal untuk bergabung dengan kelompok antar-galaksi yang bertugas untuk melindungi alam semesta.

Kisah kepahlawanan ini memang cukup menarik karena secara jelas mengangkat pesan tentang hope/fear dan meleburkannya dengan konsep kekuatan green lantern yang berasal dari galaksi lain. Sang lentera akan terus bersinar dan memberikan kekuatan kepada para pasukannya asalkan makhluk hidup tetap memiliki harapan. Namun pesan ini akan sedikit mengganggu jika terus menerus diulang di setiap kesempatan dan adegan, yang lalu menjadi terkesan dipaksakan sebagai darah dari aliran cerita.

baca selengkapnya...

Bad Teacher

Karakter anti-hero memang menjadi karakter alternatif favorit bagi sebagian orang. Alih-alih mencapai tujuan dengan melakukan hal-hal baik, si karakter anti-hero ini mencapai tujuannya dengan cara yang tidak patut ditiru oleh anak kecil. Cerita tipikal seperti ini biasanya memberikan akhir cerita dimana si karakter utama alih-alih mendapatkan tujuan awal, malah mendapatkan hal yang jauh lebih baik dan akhirnya menemukan dirinya sendiri. Akhir cerita seperti ini tentu saja dibuat sengaja agar tidak melegalkan cara-cara kotor yang dilakukan si karakter utama sepanjang cerita. Komedi yang disajikan oleh film tipikal seperti ini pun biasanya menjanjikan. Sayangnya, film Bad Teacher jauh dari menjanjikan.

Elizabeth Halsey (Cameron Diaz) adalah seorang guru sekolah menengah pertama yang menjalani pekerjaannya tersebut hanya untuk menunggu dinikahi oleh seorang pria kaya. Pekerjaan ini pun cenderung dianggap remeh oleh Elizabeth, dengan bersikap kelewat cuek terhadap anak-anak muridnya. Setelah setahun bekerja sebagai guru, tiba-tiba tunangannya meninggalkan dia karena menemukan fakta bahwa Elizabeth hanya mencari uang semata. Tidak ada pilihan lain untuk mencari uang dengan tetap bekerja sebagai guru, Elizabeth pun mengincar seorang guru baru yang cukup nerd, Scott Delacorte (Justin Timberlake). Sayangnya, Elizabeth harus bersaing dengan sesama koleganya, Amy Squirrel (Lucy Punch) dalam mendapatkan Scott. Selain itu, Russel Gettis (Jason Segel) yang seorang guru olahraga pun memiliki ketertarikan terhadap Elizabeth.

Sebuah komedi yang baik adalah ketika cerita yang dibangun dari naskah yang kuat, didukung pula oleh para pemeran yang mumpuni. Ide cerita dari film ini memang menarik, sebuah guru sekolah menengah pertama yang cara berbicaranya cukup asal serta cara mengajarnya yang sama sekali tidak mendidik. Sayangnya, ide cerita ini cukup beresiko untuk melewati garis batas yang memisahkan kategori benar-benar lucu dan menghina dunia pendidikan - khususnya kalangan guru. Memang ini adalah film komedi yang bertujuan untuk menghibur penontonnya. Namun mungkin sekali bagi penonton yang berasal dari dunia pendidikan akan merasa sedikit terluka jika menonton film ini dengan cara pandang yang terlalu serius. Komedi yang digunakan dalam film ini pun terkesan murahan dan hanya mengumbar lelucon dewasa. Jarang sekali saya menemukan diri saya tertawa, atau bahkan tersenyum untuk adegan tertentu.

baca selengkapnya...

The Beaver

Setiap orang memiliki defence-mechanism masing-masing ketika menghadapi depresi dalam hidupnya. Kebanyakan orang, mencari konsolidasi dengan melakukan aktivitas lain yang menghibur diri menjadi cara yang cukup sering dilakukan tanpa sadar. Misalnya seperti berbelanja, mengurung diri di kamar seharian, atau mungkin secara impulsif nonton film di bioskop. Intinya adalah memberi jarak dari kenyataan pahit yang terjadi di depan mata. Namun bagaimana bagi seorang CEO perusahaan dan kepala keluarga dari istri dan dua anak yang menggunakan boneka berang-berang di tangannya untuk menghindar dari kenyataan menjadi dirinya sendiri?

Walter Black (Mel Gibson) adalah seorang kepala keluarga yang cukup sukses memimpin perusahaan mainan. Namun Walter sedang memasuki fase-fase dimana dia merasa depresi dan keterasingan diri. Tidur dan tidur menjadi aktivitas favorit dia, dan dia pun mengalami kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. Sampai akhirnya istrinya, Meredith (Jodie Foster), meminta dia untuk pergi dari rumahnya karena sama sekali tidak membuat situasi menjadi lebih baik di dalam rumah tangga. Disaat sedang membereskan barang-barangnya, Walter menemukan sebuah boneka berang-berang yang mulai berbicara sebagai bagian dari dirinya sendiri. Menemukan konsolidasi lewat boneka berang-berang yang sekarang menggantikan tangan kirinya, The Beaver pun meminta semua orang disekitar Walter untuk berbicara kepada The Beaver. Ketika The Beaver "mengambil alih" Walter Black, kehidupan di sekitar Walter seakan menjadi jauh lebih baik. Tetapi apakah keadaan tersebut dapat membuat Walter Black menemukan dirinya sendiri?

Mungkin banyak dari kita yang terkadang melakukan self-talk, atau berbicara dengan diri sendiri dalam situasi tertentu. Yang berbeda adalah seberapa sering atau seberapa dalam dan berpengaruh "pembicaraan" tersebut. Terkadang dalam self-talk tersebut, kita merasa dua orang yang berbeda sedang berdebat di dalam kepala, atau bahkan dikeluarkan lewat kata-kata. Namun bagaimana jika bagian dari diri kita yang lain itu mengambil alih diri kita secara keseluruhan? Bahkan secara kurang ajar "menyingkirkan" diri kita yang "sebenarnya" dari dunia nyata.

baca selengkapnya...

Dari lahir sampai beranjak dewasa, manusia selalu membutuhkan penerimaan akan eksistensi dirinya. Seorang anak yang diterima apa adanya oleh orangtuanya, kemudian diterima oleh teman-teman sekolahnya, sampai pada akhirnya diterima oleh masyarakat luas sebagai bagian dari peradaban sosial. Biasanya sebuah penerimaan berdasarkan pada sebuah kesamaan; kesamaan fisik, kesamaan budaya, kesamaan pola pikir, dan lain sebagainya. Namun sampai sejauh mana kesamaan tersebut dapat menghasilkan sebuah penerimaan dari masyarakat sekitar? Fisik, psikologis, pola pikir, atau malah genetik? Apakah penerimaan berdasarkan kesamaan (atau perbedaan) hanya sebatas pada hal-hal tersebut saja? Film X-Men: First Class mencoba menggali lebih dalam mengenai penerimaan diri di antara peradaban sosial di era modern.

Charles Xavier (James McAvoy) menemukan bahwa dirinya bukanlah satu-satunya mutan yang ada di dunia. Bersama Raven (Jennifer Lawrence) yang memiliki "kelainan fisik", Charles mencoba meneliti tentang mutasi genetik dan mencari mutan-mutan lainnya setelah dirinya mendapatkan gelar profesor di universitas Oxford. Penelitian dan pencarian Charles terhadap mutasi genetik membawa seorang agen CIA, Moira (Rose Byrne) yang meminta bantuan Charles untuk menghadapi mutan-mutan jahat yang memiliki misi rahasia di tengah Perang Dingin. Perjalanan mereka pun membawa Charles menemui Erik Lehnserr (Michael Fassbender), seorang bekas tahanan kamp konsentrasi Nazi di Polandia yang selamat namun memiliki dendam kesumat terhadap salah seorang jendral Nazi. Bekerja sama dan membentuk sebuah tim berisi para mutan, Charles dan Erik pun mencoba menghentikan krisis nuklir Kuba antara AS dengan Soviet, yang ternyata ditumpangi oleh sekelompok mutan yang memiliki misi gelap.

Disaat manusia belum menyadari akan keberadan makhluk mutasi diantara mereka, para mutan ini dengan caranya masing-masing berusaha keras untuk dapat diterima di tengah masyarakat dengan tampil "normal". Mereka yang memiliki kesamaan fisik dengan manusia biasa memang tidak memiliki masalah yang berarti, namun bagaimana dengan para mutan yang memiliki fisik yang tidak biasa dengan manusia lain? Kelompok yang terakhir ini sikapnya lebih pasif, yaitu dengan bersembunyi atau bahkan mencoba mencari cara untuk "menyembuhkan kelainannya". Sementara kelompok yang pertama yang tidak teralihkan oleh masalah fisiknya, ada yang cenderung ingin mendalami lebih lanjut dan ada yang ingin menyalahgunakan kekuataan super yang dimilikinya. Hal-hal inilah yang diangkat secara brilian dalam sebuah film drama-aksi yang jenius oleh sutradara berbakat Matthew Vaughn (Kick-Ass, Stardust, Snatch, Layer Cake).

baca selengkapnya...

The Hangover Part II

The wolfpack is back! Begitu kalimat yang digembor-gemborkan dan sekaligus menjadi tagline untuk The Hangover Part II. Sebuah sekuel hasil komersialisasi para petinggi Hollywood melihat kesuksesan film orisinilnya yang dirilis dua tahun lalu? Mungkin ada kelompok penonton yang ingin melihat aksi gila-gilaan Phil, Stu, dan Alan lagi. Tapi sayang, saya termasuk dalam kelompok penonton yang tidak ingin kehilangan rasa kagum dan cap film komedi terbaik terhadap film orisinilnya dengan menonton sekuelnya.

Phil, Stu, Alan, dan Doug terbang ke Thailand untuk merayakan pernikahan Stu dengan seorang wanita asal negeri Gajah Putih tersebut. Dengan tempat pernikahan di sebuah pulau di selatan Thailand, acara minum satu botol bir semalam sebelum acara pernikahan menjadi awal dari rentetan kejadian gila-gilaan yang dialami oleh Phil, Stu, Alan, dan adik calon pengantin perempuan, Teddy. Pagi berikutnya mereka bangun di sebuah kamar hotel kotor di Bangkok, dengan Phil yang basah kuyup, Stu yang kini memiliki tato di mukanya, dan Alan yang botak plontos, ditambah seekor monyet pintar yang berada bersama mereka. Seketika itu juga mereka sadar bahwa Teddy telah hilang! Pengalaman dua tahun lalu pun terulang kembali, dan kini mereka harus mencari Teddy agar Stu bisa melanjutkan pernikahannya.

Sekuel kedua ini layaknya hasil fotokopi dengan mesin dan kertas yang tidak begitu baik. Plot cerita dan formula elemen kejutan yang mirip total, yang berbeda hanyalah tempat, dinamika cerita, dan karakter diluar ketiga sahabat ini. Las Vegas kota judi dan surga materi diganti dengan Bangkok yang panas, perdagangan obat bius yang merajalela, dan ladyboy. Karakter singa diganti dengan monyet, serta karakter bayi diganti dengan biksu tua. Daftar ini pun dapat terus dilanjutkan tapi apalah artinya jika membocorkan element of surprise yang menjadi kekuatan utama dari franchise ini. Sayangnya, element of surprise yang menjadikan film orisinilnya sukses mendapatkan penghargaan Best Motion Picture in Musical or Comedy dalam Golden Globes 2010, tidak berhasil mengejutkan penonton dalam sekuel ini. Praktis karena sekuel ini menggunakan formula elemen kejutan yang hampir mirip dengan pendahulunya. Apalah artinya sebuah kejutan jika kita telah mengetahui kapan kejutan itu akan datang, walaupun berisi hal yang berbeda.

baca selengkapnya...

Kung Fu Panda 2

Bagaimana cara mencari kedamaian terdalam, atau inner peace? Apakah dengan berdamai dengan diri sendiri? Atau lebih jauh lagi, berdamai dengan masa lalu yang pahit? Film dari rumah produksi Dreamworks yang merupakan sekuel dari film pertamanya yang dirilis tahun 2008 kemarin, Kung Fu Panda 2, mencoba bercerita mengenai ide dasar inner peace tersebut di negeri Cina yang identik dengan kungfu.

Setelah dinobatkan menjadi The Dragon Warrior, Po si panda tukang makan namun jago kungfu kembali dihadapkan oleh persoalan yang mengganggu kedamaian desa sekitar. Bersama The Furious Five (Tigress, Monkey, Mantis, Viper, Crane), Po mencoba melawan musuh dari masa lalu dengan senjata rahasia yang mematikan.

Film sekuel ini hadir dengan sederetan film-film sekuel lainnya yang akan menghiasi layar bioskop selama musim panas tahun ini. Setelah kesuksesan pendahulunya, Kung Fu Panda (2008) yang menghasilkan nominasi Oscar untuk kategori Best Animated Feature of the Year, Dreamworks kembali menghadirkan kisah panda obesitas ini ke dalam layar lebar dengan kisah petualangan baru dan lebih berbahaya. Kalau dalam film pendahulunya, Po harus belajar kungfu sesuai dengan apa yang ada pada ramalan, maka kali ini Po harus berdamai dengan dirinya sendiri untuk memenuhi takdirnya sebagai The Dragon Warrior.

baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers