Film ini bercerita tentang menemukan cinta dan kehilangan cinta yang diceritakan dengan gaya maju mundur dengan momen "masa kini" dan "masa lalu". Potret jujur ini menceritakan bagaimana sepasang suami-istri, Dean dan Cindy, yang menghabiskan semalam di sebuah motel sebagai time-out dari anak mereka dalam usaha untuk menyelamatkan kehidupan perkawinan mereka
Ini salah satu asyiknya menonton film tanpa membaca sinopsis maupun melihat trailernya terlebih dahulu - bagaikan datang dan duduk di dalam bioskop sebagai gelas kosong yang siap menampung air. Tanpa ekspektasi apa-apa, setiap menit adegan yang muncul di layar lebar benar-benar memukau mata, telinga, pikiran, dan hati gue. Film drama romantis memang bukan barang baru lagi lantaran rasanya setiap bulan ada 3-4 film drama romantis yang ditayangkan di bioskop. Banyaknya film drama romantis ini membuat cerita dari masing-masing film menjadi kurang menarik lagi karena jalan cerita yang mudah tertebak atau film dipenuhi oleh rayuan-rayuan dan dialog-dialog cheesy. Sepanjang ingatan gue, cuma ada beberapa judul film drama romantis yang berbeda dari yang lain. Namun rasanya gue harus menambahkan judul film yang disutradarai oleh Derek Cianfrance ini ke dalam daftar film drama romantis terbaik sepanjang masa gue.
Gue sangat menikmati bagaimana film ini bertutur-kata dalam menceritakan kisah Dean dan Cindy. Dengan alur maju mundur a la The Damned United (2009), film ini seakan-akan memperlihatkan bagaimana perbedaan kualitas hubungan kedua karakter utama kita. Jangan berharap banyak bahwa adegan plot "masa lalu" akan serta-merta menjawab dengan mudah pertanyaan penonton akan apa yang terjadi pada plot "masa kini" seperti The Damned United. Malah bisa-bisa plot "masa lalu" yang muncul berganti-gantian dengan plot "masa kini" menambah pertanyaan rasa penasaran yang ada. Belum lagi cara bertutur seperti ini seakan membawa penonton menaiki roller-coaster yang naik dan turun tanpa ampun karena atmosfer kedua plot yang berbeda.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Ryan Gosling benar-benar menghidupkan karakter Dean, seorang pria paruh baya yang kerja serabutan mulai dari pengangkut barang-barang pindahan sampai tukang cat. Walaupun kerja serabutan seperti itu, namun Dean digambarkan sangat sayang kepada anak mereka satu-satunya, Frankie. Dari menit awal sampai menit akhir film, konsistensi rasa sayang tersebut ditampilkan dengan kadar yang tetap. Gue suka banget dengan chemistry yang ada antara Dean dengan Frankie, yang diperankan oleh aktris cilik pendatang baru Faith Wladyka. Faith yang masih berumur 6 tahun tampil sangat natural memerankan Frankie yang polos dan playful. Keberadaan mereka berdua di dalam satu adegan seakan menceriakan suasana yang ada; dengan imutnya Frankie dan childish-nya Dean. Dean juga digambarkan sebagai pria yang santai, cuek, dan masih memiliki jiwa kekanak-kanakan di dalam dirinya. Menarik melihat bagaimana Dean mengungkapkan perasaannya kepada anak dan istrinya; nyeleneh-nyeleneh tapi romantis gimana gitu.
| gambar diambil dari sini |
Film dengan tipikal studi karakter seperti ini cukup adiktif untuk menyelami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh kedua karakter utama kita - khususnya pada Cindy. Kerja keras Ryan selama 6 tahun dan Michelle selama 4 tahun untuk mendalami karakter masing-masing terbayar baik dengan bagaimana mereka memberikan kedalaman tersendiri pada karakter mereka. Menurut gue, film ini tidak hanya melibatkan emosi penonton saja, tapi juga memancing penonton untuk menyumbangkan sudut pandang dan pengalaman masing-masing untuk turut berinterpretasi ria pada apa yang terjadi pada Dean dan Cindy. Sudut pandang dan pengalaman masing-masing penonton dapat terhisap dengan mudah karena saking ingin mencari jawab terhadap apa yang sedang terjadi di layar lebar.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Gue suka dengan camera work-nya yang walaupun dalam konteks drama romantis, tetapi gaya shaky camera-nya seakan menggambarkan perasaan galau yang ada dalam kedua karakter utama. Belum lagi dengan sinematografi yang mampu menangkap dengan baik apa yang sedang terjadi dalam setiap adegan. Gue cukup terbius dengan score dan soundtrack yang mengiringi beberapa adegan dalam film ini. Apalagi Ryan Gosling sendiri turut menyumbang dua lagu yang ditulis dan ditampilkan sendiri olehnya.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Rating?
9 dari 10





No comments