Burke and Hare

sobekan tiket bioskop tertanggal 29 Oktober 2010 adalah Burke and Hare. jujur, satu-satunya hal yang membuat gue tertarik untuk menonton film ini adalah ketika melihat nama Simon Pegg di iklan film ini di setiap bis kota yang melintas disini. yang ada di pikiran gue sih, kapan lagi nonton film lokal dengan Pegg sebagai salah satu aktornya, siapa tahu bagus...

terinspirasi dari kejadian nyata di abad ke-19 di kota Edinburgh, Skotlandia, hiduplah dua sekawan yang sedang mencari pekerjaan demi menyambung hidup dan membayar uang sewa rumahnya. kesempatan bisnis muncul ketika permintaan lebih tinggi daripada penawaran; sebuah dokter sedang membutuhkan mayat manusia yang segar sebagai bahan praktek kuliah kedokterannya. Burke dan Hare pun memanfaatkan kesempatan tersebut, dengan segala cara.

jalan cerita dalam film ini menyindir (dengan gaya black comedy) perkembangan dunia kedokteran di Inggris pada era abad ke-19. dunia kedokteran yang sedang berkembang pesat pada saat itu, khususnya pada bidang anatomi tubuh, membuat permintaan akan mayat dari kriminal yang dihukum mati meningkat. namun ketersediaan mayat tersebut pun menurun drastis karena penurunan angka hukuman mati bagi para kriminal. situasi ini pun dimanfaatkan oleh beberapa orang yang ingin mencari keuntungan, apalagi dokter yang membutuhkan mayat berani membayar mahal.

baca selengkapnya...

sobekan tiket bioskop tertanggal 27 Oktober 2010 adalah Paranormal Activity 2. Rasanya baru kali ini gue nonton film sekuel hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 bulan sejak gue nonton Paranormal Activity tanggal 11 Desember 2009 yang lalu. Efeknya adalah, gue masih ingat benar jalan cerita dari film pendahulunya ini jadi rada enak untuk mengikuti sekuelnya.

Sebuah keluarga yang memiliki hubungan dengan Katie dan Micah (karakter di film pendahulunya) mengira bahwa rumah mereka yang berantakan telah dimasuki oleh maling. Sang ayah pun memasang sekitar enam kamera pengawas di dalam rumahnya. Kemudian mereka pun menemukan bahwa kejadian yang tertangkap oleh kamera bisa saja mengancam nyawa mereka semua, termasuk si balita.

Ketika nonton film ini, gue cukup sedikit menurunkan ekspektasi gue karena biasanya kemunculan film sekuel adalah karena si pembuat film ingin sekali lagi meraup untung lewat brand image yang sudah diciptakan lewan film pendahulunya. Selain itu, gue juga sudah mempersiapkan diri bahwa adegan horor yang membuat bulu kuduk merinding kurang lebih akan sama dengan film pendahulunya. Tapi ternyata semua kekhawatiran gue tersebut disangkal dengan baik oleh 90 menit hasil rekaman kamera dari film ini.

baca selengkapnya...

RED

sobekan tiket bioskop tertanggal 26 Oktober 2010 adalah RED. Dari trailernya gue udah bisa menebak bahwa film ini hanyalah film action semata yang mirip-mirip The A-Team, The Losers, dan kawan-kawan. Tapi gue tetap saja tertarik untuk menonton film ini lantaran melihat barisan pemainnya, dari bintang action beneran macam Bruce Willis, bintang action yang lebih bijak macam Morgan Freeman, bintang komedi macam John Malkovich, sampai bintang drama yang pernah memerankan Ratu Inggris, Hellen Mirren.

Bercerita tentang Frank Moses (Willis) yang memasuki masa pensiunnya tiba-tiba diincar oleh sekelompok pembunuh berdarah dingin. Mencoba bertahan hidup dan mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini, ia pun berkumpul kembali bersama teman-teman lamanya sesama pensiunan agen-agen rahasia.

Gue yang selalu mengikuti rekam jejak film-film bung Willis, engga pernah bosan-bosannya melihat akting dia apalagi di film-film laga. Setelah melihat aksinya di Die Hard 4.0 gue jadi rada ragu apakah aktor seumur dia masih mampu dan layak melakukan adegan-adegan aksi di film-film laga dia selanjutnya? Ternyata pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh akting dia, ditambah justifikasi dari akting Malkovich, Freeman, dan Mirren, lewat film ini. Jelas, film ini memang menceritakan bahwa jangan anggap remeh orang pensiunan, apalagi pensiunan agen rahasia. Kalau boleh gue gambarkan dalam satu kalimat, gue akan mengutip kalimat yang diucapkan oleh karakter yang diperankan oleh Malkovich.

Old man my ass..!

baca selengkapnya...

Wall Street: Money Never Sleeps

sobekan tiket bioskop tertanggal 21 Oktober 2010 adalah Wall Street: Money Never Sleeps. entah kenapa begitu awal kemunculan film ini, gue rada kurang tertarik untuk nonton. mungkin karena gue tahu bahwa film ini akan bercerita seputar krisis ekonomi global yang menimpa dunia pada 2008 lalu. ternyata film ini merupakan sekuel - meskipun sutradara Oliver Stone bilang bahwa film ini juga bisa menjadi stand-alone - dari film Wall Street (1987) yang juga disutradari oleh Oliver Stone dan juga diperankan oleh Michael Douglas yang mendapat piala Oscar atas aktingnya.

di tengah krisis ekonomi global yang terjadi, broker muda Wall Street, Jake Moore (Shia LeBeouf) bekerja sama dengan broker senior, Gordon Gekko (Michael Douglas) yang baru keluar dari penjara karena transaksi gelapnya 23 tahun yang lalu. Gekko dengan segudang pengalamannya dan Jake dengan koneksi-koneksinya pun melakukan kesepakatan, Jake akan membantu Gekko untuk mendamaikan hubungannya dengan anaknya yang merupakan tunangan Jake, sedangkan Gekko akan membantu Jake untuk menemukan siapa di balik peristiwa bunuh diri mentor dari Jake.

gue sama sekali engga mengerti (dan tidak pernah mau mengerti) mengenai dunia saham dan investasi. jadi mungkin gue agak skip dengan peristiwa krisis global ekonomi pada film ini, yang memang peristiwa detilnya diinspirasi oleh peristiwa 2008 yang lalu. berhubung film ini mengambil latar belakang dunia ekonomi, jadi mau tidak mau segala macam istilah perekonomian harus keluar dalam film ini, walaupun tidak terlalu banyak. rasanya film ini pun erat kaitannya dengan film dokumenternya Michael Moore, Capitalism: A Love Story.

baca selengkapnya...

Devil

sobekan tiket bioskop tertanggal 16 Oktober 2010 adalah Devil. dari kesan pertama gue melihat poster dan sinopsisnya, gue udah bisa menebak bahwa ini tipikal film horor kelas B. tapi kok ya tetep mau aja gue tonton. ya harus gue akui, satu-satunya hal yang menarik rasa penasaran gue adalah melihat nama M. Night Shyamalan sebagai yang bertanggung jawab terhadap ide cerita ini. mungkin kalau film ini ternyata bagus, ini bisa mengobati kekecewaan beruntun gue terhadap track record dia.

bercerita tentang tiga pria dan dua wania yang terjebak dalam satu elevator di sebuah gedung, dimana setengah jam sebelumnya ada peristiwa bunuh diri di gedung tersebut. detektif pun dipanggil setelah seorang wanita terluka dalam lift tersebut. dengan lampu elevator yang hidup-mati, kejadian demi kejadian aneh pun terjadi dalam elevator tersebut yang mengancam nyawa kelima orang tersebut.

dengan sangat menyesal harus gue akui, ide cerita ini benar-benar tidak orisinil. memang sih horor dan thriller dan aneh dan sulit dimengerti oleh akal sehat sekalipun khas Shayamalan. tapi come on! dia yang pernah bikin cerita yang brilian macam Sixth Sense dan Signs, masa sih ide cerita lima orang terjebak dalam elevator dan diganggu oleh setan ini keluar dari kepala dia??

baca selengkapnya...

sobekan tiket bioskop tertanggal 13 Oktober 2010 adalah The Social Network. seingat gue, pertama kali trailer film ini muncul sekitar dua bulan lalu, didengung-dengungkan sebagai film tentang proses pembuatan Facebook dan berpusat pada karakter Mark Zuckerberg yang diperankan oleh Jesse Eisenberg. film ini diadaptasi dari buku non-fiksi, The Accidental Billionaries karya Ben Mezric oleh penulis naskah Aaron Sorkin. sementara kursi sutradara diduduki oleh David Fincher, yang sudah kita kenal lewat Se7en, Fight Club, Panic Room, Zodiac, dan yang terbaru, The Curious Case of Benjamin Button.

pada musim gugur 2003, mahasiswa Harvard yang berusia 19 tahun Mark Zuckerberg yang dalam keadaan mabuk dan marah karena berselisih dengan pacarnya, membuat suatu situs jejaring sosial baru. apa yang ia mulai di kamar asramanya, dalam waktu sekejap telah menjadi revolusi baru di dunia komunikasi dan jejaring sosial. ketika situs barunya dipakai oleh sekitar satu juta pengguna hanya dalam waktu beberapa bulan, Mark harus menghadapi harga yang mahal yang harus dibayar oleh kesuksesannya.

kenapa mesti Facebook? mungkin pertanyaan ini pernah muncul di pikiran sebagian orang. menurut gue, mungkin karena akhir-akhir ini pengaruh situs jejaring sosial terbesar ini yang paling kuat pengaruhnya sampai ke dunia nyata. coba ingat-ingat, berapa banyak berita yang anda dengar, lihat, atau baca tentang pasangan yang bertengkar gara-gara salah satu pasangan mengganti status Facebooknya menjadi single, atau tiba-tiba me-remove friend, atau ada yang berurusan dengan pihak institusi tertentu dan bahkan kepolisian gara-gara menulis status Facebook yang nyeleneh. itu adalah kisah-kisah yang dialami oleh para pengguna Facebook. nah bagaimana dengan kisah yang dialami oleh si penemu Facebook itu sendiri? seberapa jauh efeknya pada kehidupan nyata seorang Mark Zuckerberg, dan bagaimana dinamika kehidupannya dari titik pertama kali ia mem-publish www.thefacebook.com sampai namanya menjadi hanya www.facebook.com akibat pengaruh dari Sean Parker, seorang penemu Napster (yang, amazingly, diperankan dengan baik oleh Justin Timberlake).

baca selengkapnya...

Buried

sobekan tiket bioskop tertanggal 12 Oktober 2010 adalah Buried. hanya melihat poster dan tagline-nya saja sudah membuat gue sangat menarik untuk menontonnya. sepertinya film ini akan menjadi film yang menarik dengan konsep cerita yang lain dari yang lain. sengaja gue engga baca sinopsisnya karena rasanya akan lebih nikmat untuk langsung melihat jalan ceritanya bergulir begitu saja. so, surprise me!

Paul Conroy, tiba-tiba terbangun di sebuah kotak yang terkubur 6 kaki di bawah tanah. dengan mengandalkan pemantik miliknya, dan sebuah handphone yang ia temukan, ia mencoba meminta pertolongan ke dunia luar. namun tampaknya dunia luar tidak sesuai harapan awal untuk menolong seorang supir truk yang terkubur di suatu tempat di Irak.

sekali lagi, industri perfilman Spanyol menelurkan film thriller terbaru mereka, yang bisa dibilang bukan film mainstream dan pastinya beda daripada yang lain. bayangkan terkurung dalam sebuah apartemen seperti di [Rec], lalu campurkan dengan nuansa teror dalam gelapnya gua a la The Descent, lalu sisipkan sedikit kisah para sandera dalam Saw serta bumbu-bumbu cerita pasca-911 dan suasana Irak, kemudian bungkus semua itu dalam sebuah kotak kayu berukuran lebih besar sedikit daripada peti mati, maka anda akan mendapatkan pengalaman 90 menit untuk tetap selamat sebelum kehabisan oksigen dalam gelap bersama Ryan Renolds. untuk anda penderita klaustrofobia, bersiap-siaplah untuk berkeringat panik!

baca selengkapnya...

sobekan tiket bioskop tertanggal 11 Oktober 2010 adalah Made in Dagenham. rasanya baru kali ini gue memilih film di bioskop dengan se-impulsif ini. hanya bermodal tertarik dengan posternya yang rasanya kok rada menarik.

bercerita tentang bagaimana 187 wanita pekerja di pabrik mobil Ford di Dagenham, Inggris yang menuntut persamaan gaji dengan pekerja pria di tahun 1968. dipimpin oleh Rita O'Grady yang belum pernah memimpin demonstrasi atau mogok kerja sebelumnya, lambat laun tuntutan persamaan gaji ini pun bergerak ke arah persoalan dasar yang terjadi pada era tersebut; persamaan hak antara pria dan wanita. permasalahan pun berkembang dari seputar pabrik, perdagangan, dan ekonomi sampai pada lingkup yang paling kecil; persoalan rumah tangga.

setelah selesai menonton film ini, rasanya film ini patut ditayangkan sebagai salah satu film yang diputar di V Film Festival di Indonesia. jelas, garis besar film ini menyatakan tentang perjuangan Rita O'Grady (Sally Hawkins - Happy-Go-Lucky) yang memimpin teman-temannya tidak hanya untuk mendapatkan persamaan gaji dengan para pekerja pria, tapi juga persamaan hak. para suami dari para wanita ini pun mau tidak mau terkena imbasnya, karena pada era itu, diskriminasi terhadap wanita tidak hanya terjadi di tempat kerja tetapi juga secara halus tampak di lingkup rumah tangga.

baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers