Generasi Biru

sobekan tiket bioskop tertanggal 24 Februari 2009 adalah Generasi Biru. tertarik nonton film ini karena mungkin ini adalah jenis film yang termasuk jarang di dunia perfilman Indonesia; musikal. apalagi dibesut secara keroyokan oleh Garin Nugroho, John de Rantau, dan Dosy Omar.

Sebuah film musikal sebagai perayaan 25 tahun perjalanan musik Slank, Menceritakan pertemuan Slank dengan tokoh-tokoh yang memiliki trauma terhadap kekerasan, politik, drugs dan cinta. Seorang anak kecil yang selalu sembunyi di bawah meja karena melihat orang tuanya diculik saat dia bermain di bawah meja; Nadine - seorang pecandu narkoba; tokoh manusia binatang yang berperilaku seperti binatang karena pernah merasakan dihajar layaknya seekor binatang; dan tokoh ibu yang anak-anaknya diculik di masa reformasi. Slank berusaha melawan berbagai bentuk kekerasan dan trauma tersebut. Pada akhirnya mereka bisa bersama-sama keluar menuju pulau biru. Pulau tanpa kekerasan dan ancaman, penuh dengan kedamaian.

wowh, sunggu sebuah warna baru dalam dunia perfilman Indonesia. mungkin konsep film ini sedikit menyenggol konsep teatrikal kontemporer, dimana banyak gerakan tarian yang diiringi musik. banyak juga bahasa-bahasa simbol dalam setiap dialog, gerakan, dan adegan yang menggambarkan situasi Indonesia dalam masa lalu dan masa sekarang.

tapi yang jelas, film ini bukan film biasa. jangan mengharapkan akan dapat menonton film ini seperti menonton film biasa dengan konsep cerita yang jelas dan banyak dialog. tapi tetap unik untuk dinikmati.

rating?
7,5 of 10

Che Guevara

sobekan tiket bioskop tertanggal 23 Februari 2009 adalah Che Guevara. satu-satunya alasan kenapa gue mau nonton film ini adalah karena gue cukup terpukau dengan film The Motorcycle Diaries, film tentang Ernesto Guevara di masa muda. dan dengan film ini, gue berharap bisa tau lebih banyak tentang Che Guevara ini.

Che Guevara telah menginspirasi banyak generasi sebagai revolusioner yang berjuang bagi orang miskin dan tertindas. Eduardo Noriega berperan sebagai Che Guevara dalam film yang menceritakan perjalanan hidupnya menjadi pejuang revolusioner yang mencengangkan dunia.

wah kayaknya ini film indie yah? dan dari gambarnya, efeknya, editannya, sepertinya ini film dengan low-budget. film ini lebih kayak sebuah buku harian dari Ernesto Guevara yang berisi quotes dia dicampur dengan fakta sejarah, lalu dijadikan naskah film. plotnya cukup kasar dan terkesan lompat-lompat, jadi bikin bosen dan ga dapet feel-nya.
sayang banget sih, kalo diramu dengan baik dan dengan dukungan biaya yang cukup besar, film ini akan jadi jauh lebih baik.

rating?
5,8 of 10

Slumdog Millionaire

sobekan tiket bioskop tertanggal 18 Februari 2009 adalah Slumdog Millionaire. tertarik untuk nonton film ini jelas karena film ini berhasil menyabet banyak penghargaan di berbagai festival film, salah duanya adalah memenangi Best Motion Picture, Best Director, Best Original Score, dan Best Screenplay pada ajang Golden Globe 2009 dan menyabet sekitar 10 nominasi pada Oscar 2009 termasuk Best Motion Picture of the Year dan Best Achivement of Directing. Danny Boyle memang salah satu sutradara favorit gue, apalagi setelah film Sunshine.

Menceritakan kisah Jamal Malik, yatim piatu berusia 18 tahun dari tempat kumuh di Mumbai, yang hampir memenangkan hadiah 20 juta Rupee dalam acara Who Wants to be a Millionaire versi India. Jamal lantas ditangkap polisi karena kecurigaan bahwa ia curang. Bagaimana mungkin seorang anak jalanan bisa tahu demikian banyak hingga bisa menjawab berbagai pertanyaan dalam acara kuis yang terkenal tersebut? Jamal akhirnya menceritakan tentang hidupnya di jalanan, dan berbagai kejadian yang membuatnya bisa menjawab pertanyaan yang sulit dalam acara kuis tersebut. Tetapi alasan sesungguhnya kenapa Jamal sampai ikut acara kuis tersebut baru akan terjawab setelah Jamal menghadapi pertanyaan penentuan, sebuah klimaks yang menegangkan bagi 60 juta penonton acara kuis tersebut, polisi yang hendak menangkap Jamal, dan juga penonton film ini.

baca selengkapnya...

Righteous Kill

sobekan tiket bioskop tertanggal 14 Februari 2009 adalah Righteous Kill. sebuah film terbaru yang dibintangi oleh Al Pacino dan Robert De Niro. sebenarnya gue engga terlalu tertarik dengan film ini, lantaran keliatan dari trailernya yang biasa aja. tapi penasaran aja dengan aktingnya bang Pacino ini. so, menontonlah gue dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi.

Sepasang detektif New York mengetahui adanya hubungan antara sebuah pembunuhan dengan sebuah kasus yang mereka pecahkan bertahun-tahun sebelumnya; apakah ini sebuah pembunuhan berantai yang saling berhubungam, dan apakah mereka telah menangkap orang yang salah?

hah. yeah emank akting kedua aktor senior ini udah engga usah diragukan lagi, alias top banget. tapi segi cerita yang kurang oke menurut gue. tidak ada hal yang baru yang ditawarkan dalam film ini alias sudah cukup banyak film-film sejenisnya dengan twist ending seperti ini.

kalau emank bener-bener engga ada film lain yang mau ditonton, ya boleh lah buat killing time aja...

rating?
6,3 of 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 7 Februari 2009 adalah Valkyrie. tertarik nonton karena film ini berkisah seputar kejadian yang terjadi di dalam tubuh Nazi Jerman. tapi ekspektasi gue engga terlalu besar karena kebanyakan pemerannya diperankan oleh seorang Amerika.

Dalam PD II, Kolonel Claus von Stauffenberg (Tom Cruise) dari Jerman terluka parah di Afrika dan pulang ke negaranya. Stauffenberg membantu lahirnya Operasi Valkyrie, sebuah rancangan yang disetujui oleh Adolf Hitler yang, untuk mengatasi kekisruhan dalam negeri di Jerman, akan menegakkan sebuah pemerintahan bayangan jika Hitler sampai terbunuh. Sang kolonel akhirnya bergabung dalam gerakan konspirasi pembunuhan Hitler dan melaksanakan Valkyrie untuk mengambil alih kekuasaan dan berdamai dengan pihak Aliansi. Stauffenberg tidak hanya mengambil tanggungjawab memimpin kudeta ini, tetapi juga tugas membunuh Hitler seorang diri,

ceritanya yang diangkat dari kisah nyata, cukup oke sih. seakan ngebuka tabir bahwa ga semua orang suka Adolf Hitler, termasuk beberapa petinggi di tubuh Nazi sendiri. intensenya juga dapet kok.

cuma yang bikin gue kecewa berat adalah penggunaan bahasa Inggris dalam film ini. it's sooo weird....bagi seorang yang udah cukup melahap film-film berbau Nazi, gue sendiri engga sreg sama sekali dengan bahasa Inggris dalam film ini. apalagi dengan latar belakang orang Jerman pada waktu itu yang mengagung-agungkan bangsanya sendiri, termasuk bahasanya.

rating?
7,2 of 10

Bride Wars

sobekan tiket bioskop tertanggal 4 Februari 2009 adalah Bride Wars. tidak ada motivasi apapun dalam diri gue untuk menonton film ini, kecuali killing time aja. haha. emank lagi pengen nonton film ringan. dan lumayan juga bisa ngeliat akting dari akrtis cantik Anne Hathaway.

Emma (Anne Hathaway) dan Liv (Kate Hudson) adalah sahabat karib. Pada saat yang bersamaan mereka menyusun rencana pernikahan masing-masing dan semuanya berjalan mulus: tanggalnya pas, gaunnya cantik, dan pengiring pengantinnya sudah ada (masing-masing saling menjadi pengiring pengantin bagi yang lain tentunya), semuanya gembira. Kebahagiaan ini perlahan kacau ketika mereka menerima sebuah kabar buruk, tanpa sengaja tanggal pernikahan yang mereka pilih ternyata sama sehingga salah satu terpaksa harus memilih hari lainnya. Sebab tak ada yang mau mengalah, Liv dan Emma menyatakan diri seteru dalam sebuah peperangan yang paling mengerikan dan penuh kebencian dalam sejarah: Bride Wars.

ternyata oke juga. datang dengan ekspektasi rendah, ga rugi juga nonton film ringan yang satu ini. lumayan kocak juga kok. tapi yah emank biasa aja sih. jadi demen sama Kate Hudson deh gue gara2 film ini. haha.

rating?
6,8 of 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 31 Januari 2009 adalah The Curious Case of Benjamin Button. yup, film terbaru yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Cate Blanchett (Babel). film ini juga mendapat 13 nominasi untuk Oscar 2009. dan termasuk salah satu film yang paling gue tunggu2 di tahun ini.

Berlatarkan New Orleans di akhir Perang Dunia I tahun 1918 hingga awal abad 21, film ini mengisahkan kehidupan Benjamin (Brad Pitt) yang terlahir dalam bentuk fisik kakek-kakek berusia 80an. Ia dibuang ayahnya di sebuah rumah jompo, dan di sana ia tumbuh bertambah muda. Di rumah jompo tersebut Benjamin berkenalan dengan Daisy (Cate Blanchett) seorang balerina muda yang sedang meniti karir. Keduanya lantas jatuh cinta. Mereka harus menjalani kenyataan bahwa Benjamin bertambah muda sementara Daisy bertambah tua. Film ini memberikan luar biasa tentang seorang pria yang tak biasa, manusia dan peristiwa yang ia alami, cinta yang ia dapatkan, kebahagian hidup dan kesedihan akibat kematian, dan hal-hal yang tak lekang dimakan jaman.

amazing! it's wonderful!
aaaaaa apa yah...filmnya sangat menyentuh, dengan kisah cinta yang ga biasa, dan kisah hidup yang cukup berbeda. naskahnya luar biasa bagusnya, alurnya juga oke banget, dan spot-spot dramanya sangat menarik dan beda. meaningnya juga kena banget!
akting yang ga perlu diragukan lagi. sinematografi juga luar biasa indah, score yang enak dan enjoyable.

wah, wajib tonton deh!
2 jam 45 menit yang sangat sangat worth it!

rating?
9 of 10

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers