sobekan tiket bioskop KESEMBILAN tertanggal 30 Maret 2007 adalah Naga Bonar Jadi 2. dan sobekan tiket bioskop ini pun memperpanjang rekor gue dalam mengoleksi sobekan tiket bioskop perbulannya. yippy...
ini adalah sekuel dari film Naga Bonar yang tepat 20 tahun lalu dirilis. film ini bercerita mengenai Naga Bonar (Deddy Mizwar) yang sudah mempunyai anak, Bonaga (Tora Sudiro) yang telah tumbuh dewasa di jaman modern ini. bagaimana ketika Naga Bonar yang asal Medan berkunjung ke Jakarta untuk melihat Bonaga menjalankan bisnisnya. bagaimana Naga Bonar yang harus menghadapi jaman yang sudah sangat berubah dan menerimanya dengan polos dan bijak. bagaimana juga Naga Bonar begitu mudah bersahabat dengan rakyat kecil, seperti dengan Umar (Lukman Sardi). bercerita juga tentang Bonaga yang sangat sayang pada ayahnya, tetapi juga mencintai pekerjaannya. bagaimana Bonaga sulit menghadapi wanita, khususnya Monita (Wulan Guritno). masalah timbul ketika Bonaga ingin menjual keluarga leluhur Naga Bonar. maka timbullah konflik perbedaan nilai diantara mereka berdua.
overall, ini adalah sebuah film tentang cinta antara ayah dengan anak. that's it. so simple. dengan dibumbui berbagai masalah-masalah kehidupan yang menguji cinta mereka berdua. masalah kuburan keluarga, masalah cinta Bonaga, masalah bisnis, dan patriotisme. yup, film ini sangat menonjolkan bagaimana Naga Bonar masih menjunjung tinggi nilai patriotisme, yang sangat kontras dengan generasi jaman sekarang. salah satu adegan paling mencolok adalah ketika upacara bendera, dan bendera Merah Putih belum sampai di puncak tetapi Naga Bonar sudah lemas tetapi masih bertahan untuk tetap berdiri dan hormat sampai Sang Merah Putih tiba di puncak tiang bendera. selain itu ada kalimat ironi yang terucap dari Naga Bonar kepada patung Jendral Sudirman, yaitu "turunkan tanganmu, Jendral!! kepada siapa kau memberi hormat?? mereka tak pantas mendapat hormatmu!!"
film ini juga menyisipkan kritik-kritik sosial, politik, dan agama. kalo lo smua cukup sensitip, pasti bisa dengan mudah nangkep maksud-maksud dari stiap adegan. film ini sarat dengan makna. what a touching movie. penempatan soundtrack-soundtracknya juga ok. soal akting ga usah diragukan lagi. setiap karakter diperankan dengan sangat mendalam. Tora Sudiro tetap dengan gaya kocaknya, membuat film ini menjadi hidup dan penuh komedi. apalagi dengan akting Deddy Mizwar yang membuat seakan-akan Naga Bonar adalah sebuah tokoh nyata.
Bravo!!
rating?
9 of 10
Sobekan Tiket Bioskop KEDELAPAN pada tanggal 26 Maret 2007 adalah Jakarta Undercover. sobekan tiket bioskop ini telah memecahkan rekor gue sendiri yaitu DELAPAN tiket bioskop dalam waktu satu bulan, memecahkan rekor sebelumnya yaitu enam tiket bioskop dalam waktu satu bulan. congrats to me.
Diangkat dari novel kontroversial karya Moammar Emka, tentang kehidupan malam kota Jakarta. Seorang penari telanjang, Viky (Luna Maya) harus melindungi adiknya, Ara (Kensiro Arashi) yang secara tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan Haryo (Lukman Sardi) dan kedua temannya. Haryo dibantu oleh Jeffry (Christian Sugiono) untuk menemukan Viky. Viky pun sempat dibantu oleh teman baiknya, Amanda (Fachri Albar). Selama masa persembunyian kedua bersaudara ini, mereka harus menyaksikan segala kehidupan bawah tanah di Jakarta yang penuh dengan seks bebas, obat-obatan terlarang dan korupsi.
akhirnya gue nonton film ini juga setelah harus menunggu dalam penasaran pas gue datang di Malam Penuh Bintang pas Jiffest 2006 kemarin. waktu itu gue lagi mau nonton The Matador yang sebelumnya ada Premierenya Jakarta Undercover, yang tentunya dihadiri oleh pemain-pemain di film ini sekaligus para artis ibukota. dan pada kesempatan emas itulah gue berfoto bersama Viky alias Luna Maya. sekarang gue kaga nyesel karena gue udah pernah foto bareng sama Luna Maya, yang menari sensual hanya menggunakan BH di film ini. LUAR BIASA.
pada dasarnya ini adalah film yang menggambarkan kehidupan malam kota Jakarta, yang diramu dalam bentuk action thriller. dibandingkan dengan film-film Indonesia lainnya, film ini cukup bagus untuk ditonton. segi teknisnya cukup kuat dibandingkan film-film bioskop produk sinetron lainnya. sinematografi yang apik dan screenplay yang menarik. tentunya jangan dibandingkan dengan film-film kelas Hollywood, tetapi setidaknya kita harus bangga pada film produk dalam negeri. dan Jakarta Undercover adalah suatu kemajuan tersendiri.
untuk Luna Maya, gue memberikan komplimen penuh untuk dia. ini adalah akting terbaik dia. dan untuk gue, adalah kepuasan tersendiri untuk menyaksikan Luna Maya dari awal hingga akhir. apalagi Luna Maya yang menari sensual, hanya menggunakan lingerie dan bra saja!!! slurp...
kehidupan malam yang penuh dengan sensualitas digambarkan dengan tidak terlalu vulgar di film ini. ramuannya begitu pas. FYI, sang sutradara mengeluarkan dua versi untuk film ini, versi pertama adalah versi uncut yang hanya diputar pada Premiere Jiffest dan festival-festival film dan versi kedua adalah versi yang dipotong-potong, yang diputar untuk publik.
rating?
8 of 10
Sobekan Tiket Bioskop ketujuh dalam bulan ini adalah The Good Shepherd, tertanggal 24 Maret 2007. akhirnya film ini tayang juga di bioskop. gue bener-bener penasaran sama film ini lantaran para pemainnya adalah aktor dan aktris kelas dunia yang sudah mendapat berbagai penghargaan. sebut saja Matt Damon, Angelina Jolie, Robert De Niro, Alex Baldwin, dan kawan-kawan. disutradarai oleh Robert De Niro.
Edward Wilson (Matt Damon) mengerti nilai kerahasiaan -- kebijaksanaan dan janji untuk saling menghormati sudah terpatri sejak kecil. Sebagai seorang mahasiswa penuh optimis di Yale, ia direkrut untuk bergabung dengan kelompok rahasia Skull and Bones, sebuah persaudaraan dan ladang bagi calon pemimpin dunia. Cerdas, reputasi yang baik dan kepercayaan Wilson terhadap Amerika membuatnya menjadi kandidat intelijen terbaik, dan dia direkrut untuk bekerja di OSS (sekarang menjadi CIA) saat PD II. Saat metodenya digunakan sebagai prosedur standar, Wilson diangkat menjadi agen mata-mata, bersaing dengan KGB. Pengabdiannya kepada negara tak tertandingi, termasuk terhadap istrinya (Angelina Jolie) atau putra tercintanya yang tak mampu membuatnya berhenti berkorban demi pekerjaannya.
singkat cerita, film ini ingin mengisahkan kisah seseorang yang begitu setia kepada negaranya, yang ditugaskan dalam berbagai tugas yang cukup sulit seperti, pasca kejatuhan Nazi, Perang Dingin dengan Uni Soviet, sampai Krisis Kuba. FYI, beberapa karakter dari film ini merujuk pada karakter-karakter asli seputar pembentukan CIA, seperti karakter Edward Wilson (Matt Damon), Archy Cummings (Billy Crudup), General Bill Sullivan (Robert De Niro), Philip Allen (William Hurt)
overall, film ini memang full murni drama. dan memang cenderung membosankan. satu jam pertama memang membuat penonton bertanya-tanya, tetapi di sisa durasi, penonton yang cukup teliti pasti akan menemukan benang merahnya. hati-hati karena alur dari film ini cukup membingungkan, kalo ga salah ada dua alur di film ini. perhatikan saja tahunnya.
rating? 7,5 of 10
Sobekan Tiket Bioskop keenam dalam bulan Maret ini, tertanggal 22 Maret 2007 adalah The Last Kiss. sobekan tiket kali ini cukup berbeda karena berasal dari Blitzmegaplex. yup, baru soft opening tanggal 21 Maret 2007 dan gue langsung mencicipinya pada hari kedua. cerita lengkap mengenai kunjungan solo gue ke Blitzmegaplex dapat dibaca di Elmo's Street.
bercerita tentang Michael (Zach Braff) dan Jenna (Jacinda Barret) yang telah menjadi pasangan selama tiga tahun. ketika Jenna memberitahu bahwa ia sedang mengandung anak dari mereka berdua, Michael menjadi khawatir dan takut. takut akan masa mudanya yang akan segera berakhir. sampai suatu ketika di sebuah pesta perkawinan seorang teman, ia bertemu dengan mahasiswi enerjik, Kim (Rachel Bilson). namun ternyata orang-orang disekitar Michael dan Jenna pun mengalami masalah dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk tiga orang sahabatnya semasa kecil. Izzy (Michael Weston) yang tidak bisa melupakan mantan kekasihnya, Kenny (Eric Christian Olsen) yang begitu mudah mendapatkan wanita tetapi sangat takut kepada komitmen, dan Chris (Cassey Affleck) yang begitu terintimidasi oleh istrinya yang sibuk merawat anaknya. bahkan orang tua dari Jenna pun mengalami masalah dalam hubungan perkawinan mereka yang sudah berusia 30 tahun.
screenplay The Last Kiss ditulis oleh Paul Haggis, yang juga menulis Crash, Million Dollar Baby, Flags of Our Fathers, Casino Royale, dan Letter from Iwo Jima. film ini menceritakan berbagai plot cerita, seperti Crash atau Love Actually, hanya bedanya dalam The Last Kiss, kesemua tokoh yang disorot saling mengenal satu sama lain.
banyak makna yang bisa diambil dari film ini. salah satunya adalah bagaimana film ini begitu mengangkat tema perbedaan antara pria dan wanita, seperti yang sudah dibahas tuntas dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus. tampak bahwa film ini menekankan bahwa bagaimana komunikasi antara kedua jenis kelamin tersebut terkadang sangat timpang. tentang bagaimana pria dan wanita yang begitu teguh pada pikiran dan pendapat masing-masing, tanpa mau mencoba mengerti akan pasangannya. tentang bagaimana pembicaraan antara pria dan wanita yang begitu tidak nyambung antara satu dengan yang lain. bahwa emosi dan prasangka begitu menguasai pikiran masing-masing. salah satu contoh paling nyata yang diangkat dalam film ini adalah bagaimana salah satu tokoh wanita meminta kejujuran dari sang pria, sang pria mengatakan yang sebenarnya, tetapi sang wanita malah marah-marah kepada sang pria, padahal sebelumnya sang wanita telah membaca majalah bagaimana pentingnya mengutarakan perasaan kepada pasangan masing-masing.
selain itu, makna lain yang bisa gue tangkap di film ini adalah bagaimana kita tidak dapat selalu bisa mempertahankan prinsip-prinsip hidup kita. adalah suatu ketika kita akan terpaksa meluruhkan, merubah, atau bahkan membuang prinsip-prinsip hidup kita ketika kita menemui suatu permasalahan. apalagi jika hal tersebut adalah satu-satunya jalan keluar, khususnya dalam permasalahan cinta.
makna lain adalah bagaimana sulitnya sekaligus kuatnya sebuah maaf. yang tentunya diawali oleh sebuah pengertian.
banyak makna lain lagi yang sebenarnya bisa digali dari film ini. kita dapat belajar banyak dari film ini. film ini layaknya sebuah cerminan sosial dalam hal berhubungan dengan pasangan, yang ditampilkan dalam bentuk ironi. bagaimana suka duka mereka, baik disaat indah maupun susah. bahwa tidak semua cerita akan berakhir dengan happy ending.
nice movie to watching...and the soundtracks is so touching!
rating?
8 of 10
Sobekan Tiket Bioskop kelima pada bulan Maret 2007 adalah Dreamgirls. tertanggal 17 Maret 2007. fiuh. bulan ini adalah bulan panen film-film bagus. dan film ini udah gue tunggu-tunggu sejak film ini mendapat 8 nominasi dan memenangkan 2 penghargaan Oscar. ditambah lagi kehadiran bintang-bintang Holywood seperti Beyonce, Foxx, dan Eddie Murphy.
Akhir tahun 1960an dan awal 70an, trio wanita -- Effie (Jennifer Hudson), Deena (Beyoncé Knowles) dan Lorrell (Anika Noni Rose) -- membentuk grup penyanyi yang menjanjikan bernama Dreamettes. Pada kompetisi bakat, mereka ditemukan oleh seorang manajer ambisius, Curtis Taylor, Jr. (Jamie Foxx), dan menawarkan mereka kesempatan seumur hidup: menjadi penyanyi latar untuk James "Thunder" Early (Eddie Murphy). Curtis lambat laun memegang kendali atas penampilan dan suara mereka, memberi mereka kesempatan tampil dengan nama The Dreams.
Pusat perhatian mulai tertuju pada Deena, membuat Effie yang nampak kurang menarik mengundurkan diri. Meskipun Dream menjadi jembatan kesuksesan, mereka menyadari bahwa harga kemasyuran dan kekayaan lebih tinggi dari yang pernah mereka bayangkan.
yummy. another musical film. tapi yang ini lumayan bagus, setidaknya bila dibandingkan dengan The Phantom of the Opera yang 90% nyanyian. kalo yang ini masih imbang antara nyanyian dan cerita. ditambah dengan kekuatan vokal pada pemain-pemainnya. belum lagi lagu-lagunya secara 3 lagu menyabet 3 nominasi Oscar sekaligus.
tetapi alur cerita terkesan terlalu cepat tapi lumayan masih bisa diikuti. overall, ini memang film yang menceritakan perjalanan kelompok penyanyi The Dreams dari pertama kali naik panggung sampai pensiun yang dirangkum dalam film berdurasi kurang lebih dua jam. dan ciri khas Holywood memang sangat kental disini. mungkin kalau digarap oleh para pembuat film ala Jiffest, Dreamgirls bisa lebih baik lagi.
perlu gue akui dari segi soundtrack, Dreamgirls cukup oke dan membuat gue pengen nyari soundtrack2nya.
banyak cerminan-cerminan sosial yang bisa dilihat di film ini. selain yang paling kental adalah persoalan rasisme, persoalan bahwa bisnis musik diatas segala-galanya, termasuk diatas teman seperjuangan. bagaimana sebuah musik dikomersialisasikan. dan sebagainya.
rating?
8 of 10
Sobekan Tiket Bioskop untuk tanggal 16 Maret 2007 adalah 300. akhirnya film ini keluar juga setelah lama ditunggu-tunggu. dan gue nonton film ini di EX (norak mode on) secara kalo pake BCA jatohnya cuma 17.500 saja. kapan lagi nonton di EX dengan bangku yang SUPER NYAMAN dengan harga semurah itu. ditambah lagi dengan kualitas suara THX yang oke banget. yipi.
Diangkat dari novel perang karya Frank Miller, 300 menceritakan kembali pertempuran kuno Thermopylae yang ganas dimana Raja Leonidas (Gerard Butler) dan 300 tentara Spartan, berjuang mati-matian melawan Xerxes dan tentara Persianya yang berjumlah sangat banyak dan berasal dari berbagai belahan dunia. Menghadapi kemungkinan tersebut, sikap ksatria dan pengorbanan mereka mengilhami seluruh Yunani untuk bersatu melawan Persia.
LUAR BIASA!!! film ini bener2 didukung oleh spesial efek yang canggih! kira-kira spesial efeknya mengisi hampir 80% dari film ini. benar-benar luar biasa. spesial efek yang benar-benar mengagumkan! selain itu teknik sinematografinya juga patut diacungi EMPAT jempol! gue bener-bener suka sama sinematografinya. banyak adegan-adegan slow-motion yang sangat pas dengan cerita dan benar-benar menggugah emosi penonton. secara visual, film ini luar biasa.
dari segi cerita, film ini tidak hanya menampilkan sisi perangnya saja, tetapi ada juga sisi psikologis dan drama dari peperangan itu sendiri. selain itu aroma politik pun cukup kental di film ini, dimana uang dan kekuasaan diatas segala-galanya.
dari berbagai segi, film ini bener-bener PAS! tidak heran kalo situs imdb memberi rating 8,3 kepada 300.
rating?
9,5 of 10
Sobekan Tiket Bioskop pada tanggal 12 Maret 2007 adalah Charlotte's Web. sepintas target pasar film ini hanyalah anak-anak kecil, tapi engga juga. sepertinya film ini adalah film keluarga dimana sang dewasa pun wajib menyimak dan mengambil makna dari film ini. selain itu, yang membuat gue tertarik untuk menonton film ini adalah kehadiran Dakota Fanning, yang selalu saja membuat gue kagum atas setiap penampilannya di semua filmnya, mulai dari film anak-anak sampai film horor sekalipun! sebut saja, War of the Worlds, Hide and Seek, sampai Man On Fire.
Fern (Dakota Fanning) hanyalah satu dari sekian banyak penduduk yang melihat bahwa Wilbur adalah seekor babi istimewa, Fern pun membesarkannya, ke dalam seekor babi hebat dan bersinar-sinar. Saat Wilbur dipindahkan ke gudang baru, dia mulai menjalin persahabatan dengan makhluk yang ditakuti – seekor laba-laba bernama Charlotte (Julia Roberts) – dan ikatan diantara mereka mengilhami binatang sekitarnya untuk bersatu layaknya sebuah keluarga. Saat Wilbur mengetahui bahwa hidupnya tinggal menghitung hari, nampaknya hanya keajaiban yang akan menyelamatkan jiwanya. Charlotte yang gigih – yang memahami arti keajaiban sesungguhnya – membuat kata ke dalam jaringnya dalam usaha untuk meyakinkan para petani bahwa Wilbur adalah babi istimewa dan pantas untuk dipertahankan. Diangkat dari novel anak-anak karya E.B. White.
pada dasarnya film ini ditujukan untuk anak-anak, tapi ternyata film ini juga bisa ditonton oleh dewasa, bahkan keluarga. makna dari film ini adalah tentang bagaimana manusia selalu melewatkan keajaiban yang terjadi setiap saat dan dimana saja. film ini coba mengangkat bagaimana seorang anak kecil dapat melihat keajaiban tersebut, yang orang dewasa tidak bisa lihat.
dari segi visual efek cukup oke, bagus malah. segi cerita juga kocak. it's a nice movie for watching.
rating?
7,5 of 10
Sobekan Tiket Bioskop tertanggal 5 Maret 2007 adalah Music & Lyrics. film ini bener-bener ngebuat gue penasaran dan ga sabar pengen nonton. karena apa? karena sang poster film menyuguhkan salah satu dari aktor dan aktris favorit gue. bang Hugh Grant yang tak kenal umur dan spesialis pemain film-film romantis. diduetkan dengan Drew Barrymore, yang seinget gue film romantis dia yang terakhir gue tonton adalah Never Been Kissed. a perfect combination!
bercerita tentang Alex Fletcher (Hugh Grant), seorang bintang pop tahun 80-an yang mencoba bertahan di jaman sekarang ini. bagaimana musiknya hanya diterima oleh ibu-ibu. satu-satunya kesempatan ia untuk kembali tenar adalah dengan membuat satu lagu atas permintaan seorang diva, Cora Corman (Haley Bennet) dan berduet dengannya. tetapi masalahnya adalah Alex sudah bertahun-tahun tidak menulis lagu dan ia bermasalah dalam menciptakan lirik hingga suatu ketika ia bertemu dengan Sophie Fisher (Drew Barrymore). Sophie yang kebetulan menjadi gadis pengganti dalam merawat tanaman di apartemen Alex, ternyata seorang pecinta sastra yang pandai menciptakan syair-syair indah. sekilas keduanya tampak pas untuk saling melengkapi tetapi layaknya hidup, banyak hambatan dalam hubungan mereka selanjutnya untuk berusaha menciptakan sebuah lagu.
overall, cerita dalam film ini cukup simpel. menggunakan pola baku film-film romantis pada umumnya - sebuah pertemuan, keretakan hubungan, dan saling memaafkan. tetapi film ini mengangkat dari sisi yang berbeda, dari segi musik. dan musik itu juga yang membuat film ini menjadi cukup menyentuh. menyuguhkan lagu-lagu soundtrack yang bener-bener oke - membuat gue spulang nonton ini langsung search and download the soundtracks.
sekilas, film ini juga seakan mengkritik budaya musik jaman sekarang, yang hanya menonjolkan seksualitas semata, bahkan tanpa didukung oleh musik yang apik dan menjadi kehilangan makna dari seni musik itu sendiri. selain itu bagaimana bisnis musik yang cukup keras dan seakan menghambat kreatifitas dari para pecipta musik.
film yang cukup touching dan penuh makna. penuh lagu pula. bukan film musikal, tapi sebuah film komedi romantis tentang musik.
dan lirik.
rating?
8 of 10
Sobekan Tiket Bioskop tertanggal 2 Maret 2007 adalah Rocky Balboa. meskipun gue blum nonton Rocky 1 sampe Rocky 5, tapi gue memberanikan nonton Rocky Balboa ini yang notabene adalah episode ke-6. dan ternyata ceritanya lumayan cukup bisa diikuti bagi yang belum pernah nonton Rocky sebelumnya.
bercerita, tentu saja, tentang Rocky Balboa (Sylvester Stallone) si petinju yang bergelar dua kali juara dunia kelas berat yang telah memasuki masa tuanya dimana ia sudah selayaknya untuk pensiun. ditambah lagi ia harus menerima kematian dari istrinya dan menghadapi kenyataan bahwa anaknya telah tumbuh menjadi seorang dewasa. suatu ketika juara dunia kelas berat pada saat itu menantang Rocky untuk bertanding dalam pertandingan eksebisi. hasrat terpendam Rocky yang ingin naik ring lagi pun tiba-tiba menjadi kenyataan tetapi tidak lepas bahwa lawan yang akan ia hadapi adalah juara dunia kelas berat pada masa itu sedangkan umur Rocky sudah mendekati setengah abad.
garis besar film ini yang bisa gue tangkep adalah, ingin menggambarkan kehidupan seseorang di masa pensiunnya. bagaimana post-power syndrome begitu merajalela dan bagaimana self-actualization begitu penting pada umur-umur sekian. terlebih lagi pada seorang Rocky Balboa, dua kali juara dunia tinju kelas berat, yang masa-masa jayanya telah lewat. seorang Rocky Balboa yang ditinggal oleh istri yang sangat ia cintai. seorang Rocky Balboa yang harus membesarkan anaknya seorang diri. seorang Rocky Balboa yang masih merasa ada ganjalan didalam hatinya selama masa pensiunnya.
film ini juga menyisipkan kehidupan seorang anak dari bintang terkenal dan dipuja-dipuja. bagaimana sulitnya hidup dibawah bayangan ayahnya sedangkan karirnya sendiri tidak begitu bagus. bahwa orang-orang disekitarnya memandang ia serupa dengan sosok ayahnya.
kalau gue ngikutin Rocky 1 sampe Rocky 5, film ini merupakan nostalgia yang sangat apik dan so nice. tapi berhubung gue yang baru pertama kali nonton Rocky, film ini pun sudah cukup menyentuh. apalagi jika mendengar soundtrack khas dari Rocky. gue yang kayaknya pernah denger itu lagu gituh, dan yang langsung tersentuh. lagunya bener-bener pas dengan adegannya dan bener-bener ngebangun emosi penonton.
dan yang pasti membuat gue pengen nonton dari Rocky 1 sampe Rocky 5.
it's a NICE movie.
rating?
8,5 of 10
